Programmer Tidak Hanya Bergantung Otak Kiri!
August 8th, 2011, Written by: | Categories: Opinion

Benarkah pemograman menggunakan otak kiri saja?

Selama ini kita mendengar bahwa sesuatu yang berhubungan dengan logika, matematika dan hapalan merupakan pekerjaan otak bagian kiri sedangkan untuk bagian kreativitas, imajinasi, dan perasaan lebih merupakan bagian otak kanan. Kebanyakan orang percaya bahwa programmer sudah pasti dominan otak kiri karena sehari-hari makanannya adalah logika, algoritma, masalah matematika, dan sejenisnya. Tetapi benarkah demikian? Untuk memecahkan masalah programmer memerlukan langkah-langkah logis yang disusun, dan itu tanggung jawab otak kiri. Jadi, apakah dalam menulis program tidak diperlukan sama sekali otak kanan?

Menurut penulis jika kehilangan setengah otak yang bagian kanan, maka apakah masih bisa mengetik keyboard sudah patut dipertanyakan. Tetapi baiklah kita mungkin perlu sebuah otak yang utuh untuk coding, tetapi apakah memang hanya otak kiri yang lebih dominan bekerja kalau programmer sedang coding? Di sini penulis ingin memberikan beberapa alasan dan pandangan bahwa programmer juga menggunakan otak kanan ketika sedang bekerja.

Untuk memecahkan satu titik masalah yang fokus, maka otak kiri memang dominan yang bekerja, sesuai hasil penelitian. Tetapi programming tidak hanya memecahkan satu masalah. Dalam pemograman kita diharuskan menulis program yang cukup gampang di-maintain dan gampang dikembangkan. Untuk melakukan ini maka secara sederhana seharusnya programmer dituntut untuk mampu melihat permasalahan secara keseluruhan terlebih dahulu, sebuah kemampuan yang diperlukan seorang otak kanan.

Dengan mampu melihat permasalahan secara keseluruhan atau gambaran besarnya, maka mendesain sebuah aplikasi yang rapi, jelas dan gampang dibaca baru memungkinkan. Kemampuan melihat gambaran besar adalah kemampuan yang dominan di otak kanan. Jika hanya melihat masalah kecil tanpa menghiraukan permasalahan besar, kemungkinan besar program tetap jadi, hanya saja ujung-ujungnya menjadi spaghetti code.

Kemampuan kedua menurut penulis adalah mampu melakukan abstraksi. Dalam dunia OO, abstraksi berhubungan bagaimana mengelompokkan berbagai elemen ke dalam satu kelas. Programmer harus memahami fungsi dan tugas suatu elemen dan menentukan bagaimana bentuk kelas supaya bisa memecahkan masalah. Kemampuan memahami fungsi objek dipercaya sebagai tugas otak kanan (sedangkan otak kiri adalah mengenali nama sebuah objek)

Dan kemampuan ketiga menurut penulis sendiri dalam memecahkan masalah. Terkadang untuk menemukan suatu solusi untuk suatu permasalahan, programmer bisa menulis beberapa puluh coding. Tetapi programmer yang lain cukup menuliskannya dalam satu dua baris code. Menurut penulis, di sinilah kreativitas programmer diperlukan. Dalam memecahkan masalah kemampuan mampu berpikir ala out-of-box sehingga sederhana dan efisien sudah pasti sangat membantu programmer.

Otak kanan dan otak kiri sebenarnya menurut penulis bukanlah sesuatu yang mutlak. Lagipula, hei kita selalu aktif menggunakan otak kanan atau otak kiri walaupun kita seorang tangan kanan dominan. Tujuan penulisan artikel ini hanyalah ingin menunjukkan bahwa seorang programmer tidak semata hanya menggunakan otak kirinya saja. Itu adalah tidak benar. Buktinya banyak programmer yang bisa bernyanyi ataupun menulis novel.

More about: , ,

3 Responses to “Programmer Tidak Hanya Bergantung Otak Kiri!”

Leave a Reply