Kisah Pete Cashmore: Sang Pendiri Mashable
April 19th, 2012, Written by: | Categories: Internet, Social Media

Pernahkah Anda membuka Web Mashable? Situs ini merupakan blog dan Web berita seputar Internet. Fokus utamanya adalah berita social media, dan terkadang juga mengangkat topik ponsel, hiburan, video online, bisnis, gadget dan meme. Web ini merupakan salah satu Web paling populer di dunia, dengan jumlah pengunjung sekitar dua puluh juta perbulan. Pendirinya tidak lain adalah seorang pemuda bernama Pete Cashmore. Bagaimanakah kisah sepak terjang Cashmore yang sampai mampu membawa Mashable menjadi salah satu  Web raksasa berita Internet?

Pete hanyalah seorang lelaki biasa yang lahir di Banchory, sebuah daerah pinggiran kota di Skotlandia pada tanggal 18 September 1985. Dulu ketika masih kecil, dia gampang sakit, gara-gara operasi yang berujung komplikasi pada usia 13. Akibatnya dia sering keluar masuk rumah sakit. Kalau sedang sakit, Internet-lah yang menemaninya di samping tempat tidur.

Banchory

Banchory merupakan tempat kelahiran Pete. Di sini juga, Pete memulai Mashable. Di kota kecil ini.

Mashable diluncurkan pada tahun 2005, saat dirinya berusia 19 tahun. Pada saat itu dia sangat tergugah dengan Internet dan kekuatan demokrasinya. Dia memutuskan berhenti sekolah dan memulai blog-nya pada tahun 2005 dengan tujuan memperkenalkan teknologi kepada orang awam pada umumnya. Dia memulai Mashable di kamar rumahnya. Jika banyak startup lainnya drop out di tengah perkuliahan, Pete bahkan tidak pernah masuk universitas!

Banyak sekali tantangan yang dihadapinya saat dia memulai blog ini. Dia tidak memiliki koneksi. Dia tidak berada di Silicon Valley. Tahun pertama betul-betul merupakan tahun paling berat. Dia menyewa hosting, menginstalasi WordPress (Hingga hari ini, Mashable masih menggunakan WordPress!), dan mulai menulis artikel. Dia bahkan harus menghabiskan 20 jam sehari untuk mengurus blog-nya.

Tetapi terbukti perjuangan kerasnya membawa hasil. Pada bulan ke sembilan, blog-nya mampu menghasilkan pendapatan USD 3.000 sebulan dari iklan. Userplane, perusahaan instant-messaging berbasis San Francisco bersedia menjadi sponsor dengan membayar 3000 dolar sebulan untuk pemasangan iklan. Akhirnya dia mampu menggaji penulis, sehingga tidak perlu lagi bekerja semalam suntuk. Pada saat itu, TechCrunch masih merupakan blog berita seputar social media yang paling berpengaruh.

Ketika menjalani startup ini, dia tidak pernah menceritakan Mashable kepada orang tuanya. Pikirnya, pada saat bisnis sudah maju baru diceritakan saja. Orang tua Pete justru baru menyadari anak mereka menciptakan situs tersebut dari seorang wartawan Daily Mail, yang suatu hari mengunjungi rumah mereka untuk mewawancarai Pete.

Mashable memiliki konsep unik dalam menyajikan informasinya. Dibandingkan situs berita sejenis lainnya yang mengangkat cerita tentang teknologi terbaru, Mashable justru mencoba untuk fokus dengan “mengapa topik ini relevan”, atau “bagaimana topik ini bermanfaat kepada konsumen”.

Pete Cashmore

Julukan Pete Cashmore adalah "Brad Pitt dari Internet" karena karismanya dan juga tampangnya yang lumayan.

“Mulai tahun 2008 kami fokus pada sisi komunikasi — ini ada hal baru dan beginilah Anda menggunakannya untuk komunikasi. Di tahun 2009, kami meliputi topik marketing dengan jumlah yang semakin banyak, dan semakin banyak, misalnya, bagaimana menggunakan social media untuk mempromosikan perusahaan Anda,” ungkap Cashmore.

Pada bulan Juni 2009, Mashable akhirnya mampu mengalahkan TechCrunch sebagai blog teknologi paling populer. Menurut Cashmore, ini tidak lain dikarenakan faktor usia. Usianya yang masih 20-an membuatnya mampu menuangkan berita dari sudut pandang orang dengan usia tersebut. Dia percaya faktor usia merupakan kelebihan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Saat ini Mashable mampu mendapatkan penghasilan sebesar tujuh digit setiap tahunnya dari hasil pendapatan iklan dan penyelenggaraan event. Karyawan mereka berjumlah sekitar 50 orang, dengan biaya operasional yang rendah karena beberapanya bekerja di rumah.

Kantor Mashable

Suasana di kantor Mashable. Jika kalian perhatikan baik-baik maka akan terlihat sebuah tiang biru di tengah-tengah kantor.

Mengenai startup semasa muda, Cashmore pernah berkomentar “Saya menyembunyikan usia saya selama beberapa tahun. Saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang positif. Saya bekerja secara remote, jadi saya tidak perlu memberi tahu orang lain usia saya. Saya bahkan mencoba untuk terlihat lebih tua, dengan sengaja memelihara jenggot (tertawa). Kamu hanya ingin dinilai orang secara adil.”

Cashmore juga membagikan tipsnya untuk para pengusaha-pengusaha lain “Sampai tingkat tertentu, ada keuntungannya bersikap naif terhadap tantangan dan status quo, sehingga kamu bisa membangun sesuatu dengan cara yang benar-benar berbeda.”

Cashmore hari ini telah menjadi selebritis di dunia Internet. Dia bahkan masuk 100 orang berpengaruh tahun 2012 versi majalah TIME. Forbes menobatkannya sebagai salah satu 25 Top Selebritis Web. Dia juga merupakan salah satu dari 40 halaman yang paling ramai di Twitter, hampir 3 juta follower. Kekayaannya diperkirakan sekitar 20 juta dolar US.

Demikianlah sepenggal kisah Cashmore. Menarik bukan? Bagaimana dengan teman-teman yang lain? Ayo para startup di Indonesia, jangan mau kalah dengan Pete Cashmore!

More about: , , ,

3 Responses to “Kisah Pete Cashmore: Sang Pendiri Mashable”

    • Garry

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami. Pada waktu artikel ini diturunkan, Mashable masih menggunakan CMS WordPress sebagai platform-nya…
      Penulis tidak yakin apakah mereka ada ganti sistem semenjak ganti desain.

      Reply
  1. Adexon

    mereka pake wordpess gan tapi extremely heavily customize
    kata Chris HealdChris Heald, Chief Arsitek Mashable

    Reply

Leave a Reply